BUTIRAN DEBU
Siapa aku ini?
Aku hanyalah butiran debu di luasnya semesta.
Begitulah aku memandang diriku.
Aku adalah debu yang terhampar di udara, terhempas diantara aspal dan roda.
Pun akulah dia, debu yang tersibak diantara kaki-kaki para pejalan, dan yang tersembunyi di kolong-kolong perabotan.
Seringkali aku merasa tak punya apa-apa dibandingkan dengan yang lainnya.
Aku tak secantik pelangi dengan warna-warnanya yang begitu serasi.
Aku tak seterang mentari yang mampu menyinari dan menghangatkan seisi bumi.
Aku tak seanggun bulan dan bintang yang mampu menghiasi malam.
Suatu hari, ingin sekali aku menghilang pergi. Sungguh berat, sebab aku merasa diri tak berarti. Kala itu, kuputuskan untuk terbang menjauh, berpisah dari tempatku berteduh.
Tiba-tiba uap air menahanku, beberapa saat kami saling terikat di tempat yang tak terlihat.
Aku tak dapat meneruskan upayaku terbang menghilang.
Seolah menyusup hatiku yang terlanjur pekat, uap air berbisik lembut,
"Debu, apakah kau tahu? Bahwasannya di titik kejenuhanku, engkaulah satu-satunya yang mampu menggenggamku.”
Sejenak kuterpaku mendengarnya.
“Aku memerlukanmu untuk menurunkan hujan,” bisiknya lagi.
“Benarkah?” tanyaku padanya.
Ia tak sempat menjawab pertanyaanku, sebab tiba-tiba ia menghilang luruh menjadi hujan yang menyegarkan, membasahi seluruh ladang dan pematang.
Saat itu baru kusadari kekuatanku, mustahil hujan turun tanpa aku.
Jika aku menghilang, maka lenyaplah kehidupan.
Kini, tak 'kan kukecilkan lagi nilai hidupku. Tak 'kan kusesali keberadaanku, sebab butiran debu ini pun punya sesuatu, berperan bagi kelangsungan hidup di sekitarku.
(Repost tulisanku di event 30DJ6 AWI)
#30DJ6
#30DJ
#30DJ6day02C3
#mesTIGAspol
#carolsjourney23
Komentar
Posting Komentar